Seorang peretas yang menggunakan nama ObamaCare telah mengunggah database atau basis data yang diduga berisi hampir 10 miliar kata sandi atau password di sebuah forum hacker atau berkumpulnya orang-orang peretas. Basis data yang diberi nama RockYou 2024 itu diduga telah dikumpulkan dari berbagai pelanggaran data dan peretasan selama bertahun-tahun. Database ini berisi 9.948.575.739 password dalam bentuk teks biasa. Dikutip dari The Business Standard, Minggu 7 Juni 2024 ini bukan pertama kalinya ObamaCare mengunggah data yang dicuri dari internet. Sebelumnya, ObamaCare telah membagikan database karyawan dari firma hukum Simmons & Simmons, petunjuk dari kasino online AskGamblers, dan aplikasi untuk Rowan College di New Jersey. Tim peneliti keamanan siber, Cybernews, menilai bahwa kebocoran data yang diunggah oleh ObamaCare tersebut menjadi yang terbesar di dunia.
ObamaCare Jadi Pencuri Data Terbesar
Tim Cybernews yang pertama kali melaporkan temuan tersebut melakukan referensi silang antara kata sandi yang bocor dengan database mereka. Cybernews menemukan kumpulan data tersebut telah dihimpun selama lebih dari 10 tahun oleh ObamaCare. Selain itu, kata sandi yang terekspos kali ini berasal dari campuran kebocoran data baru dan lawas yang sebelumnya dikenal sebagai RockYou2021.
Database RockYou2021 yang dirilis oleh ObamaCare pada 2021 berisi 8,4 miliar kata sandi dalam bentuk teks. Kemudian, sebanyak 1,5 miliar kata sandi curian baru, ditambahkan ke dalam database RockYou2024. Artinya, database RockYou2024 mencakup data curian dari periode 2021 hingga 2024.
Sementara itu, database RockYou2021 merupakan kumpulan data yang dibangun dari kumpulan data lain yang dirilis pada tahun 2009 yang miliki jutaan kata sandi pengguna untuk akun media sosial.
Resiko dari Kebocoran Kata Sandi di Forum Hacker
Dilansir dari Forbes, kata sandi yang bocor dalam kumpulan data tersebut dapat digunakan untuk melakukan serangan pencurian kredensial dan serangan brute force. Serangan pencurian kredensial mengacu pada praktik penjahat menggunakan kata sandi yang dicuri dari satu perangkat atau akun untuk mendapatkan akses ke perangkat atau akun lain. Asumsinya, pengguna sering menggunakan kata sandi yang sama di berbagai akun dan perangkat, sehingga peretas akan mengandalkan kata sandi tersebut untuk mengakses akun lain dari pengguna yang sama. Sementara itu, serangan brute force mengacu pada oknum peretas yang menggunakan pendekatan coba-coba untuk menebak informasi masuk, kata sandi, dan kunci enkripsi secara sistematis