Ibu Kota Nusantara, Tak Pengaruhi Pasar Properti di Jabodetabek

Kepindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya pada Ibu Kota Nusantara (IKN) ternyata Pengembang perumahan subsidi optimis pasar properti di Jabodetabek tidak terpengaruh sama sekali.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah saat ditemui dalam Rakernas Apersi 2024 di Hotel Pullman Central Park, Grogol, Jakarta Barat pada Selasa 23 Juli 2024.

 “Kalau pusat ekonomi kan masih juga di sekitar Jabodetabek kan. Artinya kita sekarang kalau di IKN kaitannya menyuplai untuk yang migrasi ke sana. Tapi kaitan Jabodetabek itu saya pikir tidak ada masalah,” ujar Junaidi.

Junaidi juga mengatakan bahwa Apersi akan tetap mendukung properti Jabodetabek dengan mengimbangi demand yang ada. “Potensinya enggak bakal hilang,” tegas Junaidi. Di sisi lain, Junaidi mengatakan bahwa belum ada kejelasan soal rumah subsidi sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Padahal menurutnya, IKN sebagai ibu kota negara baru yang dicanangkan untuk menjadi kota untuk semua membutuhkan rumah subsidi. Ini juga berguna untuk mendukung adanya penyelenggaraan pemerintahan di sana “Siapa sih yang akan support? Misalnya contohnya kayak cleaning service, office boy, staf-staf yang di kelas bawah,” lanjut Junaidi. Sehingga dirinya berharap pemerintah tidak hanya memerhatikan kebutuhan hunian segmen menengah ke atas saja.