Prabowo Subianto, Menguak Gaya Kepemimpinan Aslinya

Beberapa hari lalu, usai Prabowo Subianto mengucapkan pernyataan kontroversial “Tidak mau diganggu” Saat Berpidato di acara bimbingan teknis atau bimtek bersama rakernas pilkada partai amanat nasional (PAN) 9 Mei 2024. Prabowo menegaskan akan berkerja sama dengan pihak yang ingin mengusung dirinya saja, sementara bagi yang tidak mau. Ia tidak memaksa “Silahkan nonton di pinggir jalan, jadi penonton yang baik,” katanya. Pernyataan ini memicu kekhawatiran, apakah ruang kritik tetap ada setelah dilantik pada 20 Oktober 2024?

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa diksi “jangan mengganggu” tidak dimaksudkan sebagai sikap antikritik baginya.

 “Justru Pak Prabowo membangun narasi dialektika mutual understanding dan tidak antagonis. Jadi membangun bersama-sama baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Yang tidak diinginkan adalah kritik yang hanya menganggap pokoknya pemerintah salah,” ujar Dahnil.

Kendati sudah diklarifikasi, tapi pernyataan tersebut tetap dianggap memicu kecurigaan.

Prabowo Subianto Tertawa, Disebut Lemahkan Demokrasi

Prabowo Subianto juga membuat pernyataan dalam Forum Ekonomi Qatar di Doha “Saya akan menjadi diri sendiri, saya yang asli,” ujarnya pada 15 Mei 2024. Menteri Pertahanan RI, sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto mempertanyakan pihak mana yang mengkhawatirkan dirinya akan melemahkan demokrasi di Indonesia. Prabowo tertawa kecil mendapat pertanyaan dari Kepala Koresponden Internasional Bloomberg Asia Tenggara, Haslinda Amin saat diundang menjadi pembicara dalam Forum Ekonomi Qatar di Doha.

“Sejumlah orang khawatir bahwa Anda bakal melemahkan demokrasi. Apa yang Anda katakan kepada mereka?” kata Haslinda Amin, dipantau dari Youtube Qatar Economic Forum.

Mendapat pertanyaan itu, Prabowo lantas tertawa “Siapa yang khawatir?” tanyanya. Haslinda mengatakan bahwa kekhawatiran itu berangkat dari sejumlah kritikan. “Siapa yang khawatir?” tanyanya lagi. Prabowopun meminta Haslinda untuk bertanya ke masyarakat Indonesia.

“Saya ikut kontestasi pemilihan umum sudah empat kali dan meminta persetujuan masyarakat Indonesia tiga kali. Mereka tidak memberikan persetujuan saya. Kali ini mereka memberikan persetujuan. Di mana kekhawatiran terhadap demokrasi?” katanya.

Menurut Prabowo, kekhawatiran itu sudah dibuat-dibuat oleh segelintir orang. “Jadi saya akan bekerja sangat keras agar tidak mengecewakan rakyat saya. Warisan yang ingin kami tinggalkan adalah nama baik, nama baik dalam sejarah negara kami,” ujar dia. Adapun Pre menghadiri Forum Ekonomi Qatar dengan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Gibran tampak duduk barisan paling depan menyimak sesi tanya jawab Haslinda Amin.