Ibu Kota Nusantara, terus mengembangkan berbagai aspek infrastruktur IKN untuk menyambut HUT RI ke-79 bersama ribuan warga Indonesia. Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses kesiapan infrastruktur IKN jelang pelaksanaan Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Infrastruktur IKN yang disiapkan untuk upacara tersebut sebagian besar berada di Kawasan Inti Pusat pemerintahan (KIPP). Mereka adalah Kantor Pemerintahan termasuk Istana Negara, Kantor Presiden, Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko). Kemudian Penataan Kawasan, Perumahan termasuk Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), dan Apartemen ASN/Hankam.
Selanjutnya Konektivitas KIPP dan Regional termasuk Jalan Nasional, Jalan Tol, dan Jalan Bebas Hambatan, serta Bandara VVIP atau Nusantara Airport.
Rincian Infrastruktur IKN Jadi Sorotan Publik
Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menjadi sorotan publik karena progress infrastruktur IKN terus berkembang pesat jelang penyambutan HUT RI ke-79. Oleh karena itu, beberapa minggu terakhir di IKN.
Kepala Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dikejar untuk Upacara HUT RI pada 17 Agustus 2024 ini adalah salah satu milestone “Karena masih ada paket-paket pekerjaan lain yang kontraknya sampai akhir tahun 2024 dan seterusnya. Mudah-mudahan, dengan semakin matangnya persiapan ini, proses pembangunan IKN bisa menjadi lebih cepat dan lebih baik,” terang Imam.
Infrastruktur IKN yang mendukung pelaksanaan Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2024 ini masuk ke dalam Batch 1. Jumlah paket pekerjaan yang terkontrak adalah 40 paket dengan progres fisik mencapai 88,20 persen. Imam memberikan penjelasan detail rincian Infrastruktur Ibu Kota Nusantara.
menjelaskan, selain Batch I, Pemerintah juga terus mengakselerasi pekerjaan infrastruktur Batch 2, dan Batch 3 yang sudah terkontrak dan masuk dalam Tahap I pembangunan infrastruktur fisik Ibu Kota Nusantara.
Pada Batch 2, terdapat 31 paket dengan progres fisik 46,71 persen, dan Batch 3 mencakup 35 paket dengan progres fisik 8,61 persen. Jika dikalkulasi, progres fisik keseluruhan ketiga batch tersebut sebanyak 106 paket yang terkontrak pada 2020-2024. “Progres fisiknya mencapai 45,11 persen dengan pagu anggaran menembus angka Rp 83,42 triliun,” ungkap Imam. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pemindahan ASN tahap awal termasuk TNI dan Polri yang direncanakan pada September 2024.