Kereta Otonom IKN di Uji Coba hingga 9 Agustus 2024

Rangkaian kereta otonom IKN, tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan dari BUMN China CRRC Sifang telah tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu 3 Agustus 2024. Trem otonom IKN yang mencakup, sekaligus tiga gerbong tersebut. Sudah diturunkan dari kendaraan pengangkut dan ditempatkan langsung dalam Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Ibu Kota Nusantara (IKN). Kemudian, menjalani uji coba internal pada Senin 5 Agustus 2024. Anda pasti akan nampak livery berwarna emas yang diadopsi dari pohon hayat sebagai logo IKN menjadi ornamen yang menghias tubuh kereta.

Terdapat pula sepasang persona perempuan dan laki-laki yang mengenakan baju adat tradisional dayak pada eksterior kereta yang didominasi warna silver dengan aksen garis biru.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang SDM dan Kehumasan Adita Irawati mengatakan, uji coba dan uji kelayakan internal akan dilakukan hingga tanggal 9 Agustus 2024.

“Iya uji coba internal dulu. Kira-kira sampai tanggal segitu 9 Agustus 2024,” ujar Adita.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN (OIKN) Tonny Agus Setiono menambahkan, uji coba internal ART CRRC Sifang ini akan dilakukan secara bersamaan dengan uji kelayakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Persiapan dan pelaksanaan pemeriksaan bersama yang mencakup sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) trem otonom dilakukan bersamaan dengan uji coba tersebut,” urai Tonny. Sementara itu, ART pabrikan CRRC Zhuzhou Co. Ltd & Norinco masih harus menunggu lampu hijau dari tim Norinco.

Alasan Perpanjang Massa Uji Coba Kereta Otonom IKN

Sebelumnya, saat meninjau ART CRRC Zhuzhou Co Ltd & Norinco di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, rencana pelaksanaan showcase alias unjuk kerja trem otonom akan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024.

“Saya berharap semua proses ini dapat berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, trem otonom sudah bisa beroperasi di IKN pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti, sesuai arahan Presiden,” terang Menhub.

Menhub juga menyampaikan, operasional trem otonom di IKN tahap awal akan berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) bagi peserta upacara Hari Kemerdekaan RI.

Moda transportasi ini akan beroperasi di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur IKN dengan kecepatan jelajah 40 kilometer per jam.

Dia berharap trem otonom ini bisa menjadi salah satu ikon transportasi cerdas di kawasan IKN, dan dapat diaplikasikan di kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, hingga Medan. Satu trainset trem otonom yang akan beroperasi di IKN memiliki tiga gerbong (cars) berkapasitas maksimal 302 penumpang.

Kereta otonom IKN, ini akan beroperasi searah jarum jam, dengan headway sekitar 5 menit. Kementerian PUPR tengah membangun halte untuk menunjang operasional trem otonom.

Halte-halte ini tak hanya berguna sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, tapi juga akan berfungsi sebagai tempat melakukan pengisian ulang daya. Sebagai informasi, trem otonom atau ART merupakan lompatan penggunaan teknologi baru dalam dunia transportasi di Indonesia, yakni kereta tanpa rel. Trem otonom dioperasikan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet, sehingga kendaraan ini ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi.