Ahok Peringati, Siapapun Gubernur Jakarta harus beri No Hpnya

Ahok memperingati siapapun yang akan maju menjadi gubernur Jakarta, harus memberikan nomor handphonenya supaya bisa menerima kritik secara langsung dari masyarakat. Walaupun Jakarta sudah tidak menjadi ibu kota lagi, tapi ahok ingin Jakarta terus menjadi besar dan penduduk kenyang. Bahkan, ahok juga berharap Jakarta terus berkembang menjadi lebih baik lagi “Saya mendorong siapa pun yang jadi Gubernur Jakarta harus menyerahkan nomor HP (handphone) resminya pribadi,” ungkap Ahok.

Hal ini, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta supaya  bisa langsung menyampaikan keluhan atau permasalahan yang terjadi secara langsung kepada pemimpinnya.

Selain itu, memberikan nomor ponsel pribadi, Ahok juga berharap Gubernur Jakarta yang baru nanti juga bisa menerima warga datang untuk melakukan pengaduan “Karena Anda (Gubernur Jakarta nanti) adalah ‘orangtua’, Anda adalah pemimpin yang bertugas membantu yang miskin dan membutuhkan pertolongan,” tegas Ahok. Lebih lanjut, Ahok menyampaikan bahwa Gubernur Jakarta merupakan pemimpin yang bertugas mengadministrasi keadilan sosial. Hal itu perlu dilakukan agar perut warga Jakarta kenyang sehingga pikiran mereka bisa tenang untuk mengisi dompetnya sampai penuh.

Tidak jadi Ibu Kota lagi, Ahok ingin Jakarta menjadi besar & Penduduk Kenyang

Ahok juga memperingati Gubernur baru Jakarta untuk tetap memperhatikan warga pinggiran kota Jakarta, meskipun sudah tidak menjadi ibu kota lagi “Jakarta akan menjadi sebuah kota metropolitan yang besar, tapi bagaimana penduduknya itu? Jangan ini jadi kota yang begitu besar, tapi perutnya tidak kenyang,” ungkapnya dalam video di channel YouTube pribadinya.

“Kata Bung Karno kan yang penting perut rakyat itu kenyang. Nah kalau perut kenyang, tentu pikiran tenang. Pikiran tenang baru dompet bisa penuh untuk bisa bekerja dengan baik,” sambungnya.

Ahok menyampaikan, setelah tak lagi menjadi Ibu Kota, Jakarta harus dibuat menjadi sebuah kota yang sangat menguntungkan semua pihak dan diadministrasi dengan baik. Meski begitu, ia yakin Jakarta tetap menjadi kota bisnis, kota budaya, pusat keuangan, hingga tempat turis meski tak lagi menjadi Ibu Kota.

“Nah ini akan kita wujudkan. Caranya bagaimana? Nah di sinilah fungsi pemerintah. Bagaimana caranya? Misalnya setiap pembangunan oleh properti company mana pun ada kontribusi,” jelasnya. “Ketika orang menaikkan ke atas, dia harus membayar kontribusi membangun Jakarta sehingga Jakarta itu bisa memfokuskan uangnya untuk memperhatikan saudara-saudara kita yang berkekurangan,” lanjutnya. ia pun mencontohkan beberapa kontribusi pembangunan yang sebelumnya telah dilakukan.