Setelah resmi menjadi Presiden Periode 2024 – 2029. Prabowo Subianto dan Joko Widodo membicarakan suatu fakta menarik yang terjadi beberapa tahun silam lalu. Hal ini, bermula dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tak menepati janjinya untuk mendukung prabowo pada pilpres 2014. Inilah Penyebab Jokowi dukung prabowo membayar “Utang” tersebut. Bukan karena anaknya Gibran Rakabuming Raka maju menjadi cawapres kubuh 02 “Ada yang namanya perjanjian Batu Tulis yang berisikan point penting terkait PDI-P akan mengusung Pak Prabowo sebagai capres,” kata Noel. Ternyata dalam proses pilpres 2014 tidak terlaksana. Akhirnya, baru terjadi pada pilpres 2024.
“Saya yakin sekali apapun yang di lakukan Jokowi Cuma ingin membayar utang Bu Mega yang tidak mampu membayarnya,” Ujarnya.Presiden hanya ingin berusaha memutus rasa kebencian dan dendam masa lalu karena tidak di penuhinya perjanjian batu tulis oleh Megawati. Namun, ada sebagian orang menganggapnya pengkhianatan kepada partainya, PDI Perjuangan.
Jokowi Dukung Prabowo, Gibran Bukan Lagi Bagian dari PDI-P
Sebagian besar Pihak PDI – Perjuangan menganggap Joko Widodo melakukan pengkhianatan partainya Bukan tanpa alasan Jokowi dukung Prabowo “Seandainya ada diksi pengkhianatan dan sebagainya, saya piker tak aka nada yang di khianati kali ini,” Ujar Noel kembali.
Karena, bagaimanapun PDI Perjuangan yang melahirkan Jokowi. Bahkan, Megawati di anggap sosok orangtua ideologi oleh Joko Widodo. Kemudian, beberapa waktu lalu Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P bernama Komarudin watubun mengatakan secara resmi jokowi tak lagi bagian dari PDI.
Sedangkan, Gibran yang merupakan kader PDI – P. Sudah tidak lagi menjabat, setelah memutuskan bergabung bersama Prabowo Subianto ”Ah, orang mereka sudah di sebelah sana, bagaimana mau di bilang masih bagian PDI Perjuangan? Yang benar saja,” Ucapnya sambil tertawa lalu melanjutkan ucapannya lagi “Gibran itu, sudah bukan kader PDI Perjuangan. Saya sudah pernah bilang beberapa waktu lalu, tepat saat Gibran memutuskan sebagai Cawapres Prabowo.”
Golkar Auto Jadikan Jokowi Kader
Seorang Politikus dari PDI Perjuangan bernama Hendrawan Supratikno enggan memperbincangkan mengenai presiden Jokowi yang bakal di berikan posisi terhormat oleh golkar, saat resmi bergabung.
”Tidak ada masalah untuk urusan begitu, golkar memang paling sigap dan lincah untuk melakukannya,” kata Hendrawan 26 April 2024. Anggota komisi XI DPR ini, secara tegas ogah ambil pusing soal urusan partai politik Joko Widodo kedepannya. Ia juga berspekulasi ada beberapa kemungkinan Jokowi aktif dalam dunia politik, karena ada beberapa opsi terbaik untuk dirinya. “Secara Teoritis ada 3 kemungkinan. Pak Jokowi gabung golkar, gerindra atau membesarkan PSI milik Kaesang Pangarep. Namun, semuanya tergantung Pak Jokowi.”